To : All Of You, I Wish You All Doing Better
Postingan ini didedikasikan untuk menulis beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, kayanya simple sih, tapi ini membantu untuk pemula skincare agar skincare-routine journal kalian engga begitu overwhelmed.
1. skin type
Jenis kulitku adalah kombinasi, lebih tepatnya kombinasi-kering. Aku paham banget, ketika pertama kali tertarik apa itu skincare dan mencari tahu banyak informasi, hampir semua website dan video bakalan bilang . "1. ketahui jenis kulitmu"
Padahal, jujur aja, untuk aku yang saat itu gak pernah ngerti gimana untuk tau jenis kulitku sendiri, aku kebingungan. Kuliktku ini, normal atau kombinasi? atau malah kering? Tentu saja, selanjutnya yang aku lakuin adalah mencari tahu, gimana sih cara liat jenis kulit kita?
Ada yang pakai tissue setelah cuci muka, indikasinya seperti ini kurang lebih : jika kering mana tissue tidak akan menempel setelah 30 menit cuci muka, jika normal juga kayanya gak akan nempel. Lalu jika kamu oily, beberapa bagian di wajah akan membuat tissue melekat diwajah, begitu pula dengan kombinasi-oily, maka sekitar hidung dan dahi (T zone area) akan sedikit berminyak.
Apa cara itu cukup membantuku saat itu? tentu engga. I'm still lost between normal skin type and combi to dry skin type, I ever wonder if i have dry skin type instead..
Lalu cheat sheet apa yang aku lakukan pada saat itu? Aku mendiagnosa kulitku adalah kulit normal. Karena jika oily, aku belum pernah ngerasain punya minyak berlebih, dan untuk kulit dry, aku juga belum pernah ada riwayat merasakan muka terasa kering sampai kulit mengelupas secara halus / skala kecil.
Mudahnya, kombinasi adalah jenis kulit dimana kamu merasa kulit kamu seperti kulit normal (tidak mengeluarkan sebum berlebih, atau tidak kering berlebih) tapi ada bagian di wajah yang mengeluarkan sebum berlebih, biasanya T-zone. atau kering berlebih di selain T-zone area, itu juga kayanya sudah bisa dihitung kulit kombinasi.
Tapi, perlu dicatat, itu hanya cheat sheet sederhana yang aku buat untuk diriku sendiri, pada masa itu.
Jika sudah tau gambaran sederhana jenis kulitmu, ini adalah saatnya berburu skincare product dan memfilternya sesuai jenis kulit!
2. DO NOT FOLLOW THE HYPE.
Bukan hal buruk kok untuk tau apasih skincare yang lagi hype, apasih face wash yang lagi dieluh-eluhkan dan disebut sebagai "racun" alias lagi nge-trend banget, dan memberikan efek wow. Tapi kita perlu ingat, bahwa tidak semua skincare bekerja sesuai dengan review orang kebanyakan. Ini yang aku lakukan di beberapa waktu lalu, beli produk yang sedang hype dan hanya memerdulikan apa yang dijanjikan saja. Tidak melihat ingredients, tidak membaca lebih jauh produk ini digunakan untuk apa, disaat kondisi kulit apa. Yang aku tau kala itu, "ah! aku harus dapet produk ini karena banyak orang bilang bagus!" apalagi kalau udah ditambah beauty guru / skincare guru asal Indonesia yang waktu itu kujadikan patokan, juga bilang produk terkait itu bagus.
Baru aku sadar, yang bagus diorang belum tentu bagus di aku, vice versa.
Kebetulan, waktu itu produk yang bersangkutan di peruntukkan untuk jenis kulit berminyak, dan tentu dikulitku malah bikin makin kering lalu akhirnya... jerawatan.
Yang bisa aku sarankan dari bab ini adalah, kenali dulu produk yang sudah kamu incar. Biasanya aku akan mencari tau ingredients-nya melalui internet dan web yang aku tuju biasanya ada 2 : skincarisma, cosdna.
Kedua web diatas bakal ngasih tau ingredient dan kalau kamu berkunjung ke skincarisma, bakal ada beberapa review + tanda jika produk itu akan bereaksi negatif untuk kulit sensitif, atau trigger fungal acne dan informasi penting lainnya.
Pentingnya tidak mengikut hype product adalah, kita tidak secara impulsive membeli skincare product yang mana pada akhirnya belum tentu kita sangat butuhkan. Aku bakal lebih saranin untuk yang namanya ngikutin info diskon ajasih, ketimbang info produk hype (haha, gak deng bercanda) sebisa mungkin intinya membeli hal yang diperlukan, serta janji-janji produk yang "too good too be true" harus kamu jadikan sebuah rambu rambu untuk lebih waspada ya! karena jarang banget deh pokoknya ada satu produk, one and only produk itu doang tapi bisa menjawab atau menyelesaikan semua permasalahan kulit kita.
3. SUNSCREEN
Kalau kalian baru mau mulai masuk ke dunia per-skincare an di 2020 ini, dan wondering apasih yang wajib dipakai dan dibeli no.1? SUNSCREEN.
Wajib.
Harus.
Kudu.
Gak boleh engga.
Gak boleh ditawar lagi hukumnya.
Harus, pokoknya.
Karena kalau dijabarin disini, kayanya kepanjangan.. bakal aku buatin post terpisah mengenai pentingnya sunscreen dan kenapasih kamu wajib banget pake sunscreen sebagai baby step pakai skincare.
4. a review.. do we need that?
Perlu! Tapi harus dipilah dan dipilih ya! Kenapa aku saranin ini? karena sering kali kita bener-bener buta aja kalau udah pada bilang bagus ih, sesuka itu, secinta itu, sehebat itu, sebagus itu, very very recommended. Hayo siapa yang selalu gak bisa nolak kalau udah denger kalimat/kata kata yang aku sebut tadi?
Kaya poin nomor 2, kulit setiap orang beda-beda. Cara paling ampuh menurutku, mengurangi atau mengantisipasi perasaan patah hati karna nanti terlanjur beli dan ga cocok produknya, itu dengan mencari review-review (bisa di blog, bisa di youtube) dan cari sebanyak banyaknya sehingga kamu punya gambaran dari berbagai jenis skin type, tapi jangan lupa! yang kita cari adalah jenis kulit yang sejenis. sehingga, yang perlu diperhatikan lebih adalah jenis kulit yang sejenis kalau pas buka website yang diperuntukkan untuk orang orang menulis review sebuah produk. (contoh female beauty, sociolla)
another tips: cari yang review gak cuman isinya muji-muji produk, atau semua produk dibilang bagus. aku lebih menyarankan untuk mencari review yang menjelaskan beberapa ingredients, atau keseluruhan produk dengan baik. some of my faves are Rowena Tsai and Felicia from Beauty Within, Liah Yoo, Affi Assegaf.
5. skincare is a long run, not an instant process.
Pertama kali pakai skincare dan memutuskan untuk bikin skincare routine sendiri karena bekas memerah facial disalah satu klinik aestethic di Jogja. Bekas memerahnya gak hilang dalam waktu seminggu seperti batas maksimal yang dijelasin beautycan nya. Jadilah mukaku merah merah kaya udah rebus, abis itu mulai deh jerawat muncul. Padahal dulu, bersih gak pernah ada jerawat.
Sempet bete juga karena 6 bulan pertama pakai produk skincare korea gak membaik, malah memburuk. (Yang pertama karena emang udah grasa grusu beli barangnya, dan ngikut apa aja kata orang yg bagus, abis itu, ditambah ekspetasi yang terlalu tinggi)
Semua orang punya waktunya masing-masing. Ada yang 2 bulan pake skincare langsung mulu, atau 14 hari juga ada yg langsung mulus. Tapi jangan pernah menyerah ya intinya kalau skincare kalian belum ada hasilnya, karena semua itu butuh waktu, dan mungkin emang bagian kita kebagian proses yang lama.
OH! satu lagi, kulit kita itu pinter kok, yang dia butuhin bahkan kayanya hal hal simple kaya stay hydrate dengan bantuan skincare maupun rutin minum air putih, produk yang gentle dikulit dan gak kasar. Sisanya, kebiasaan hidup bersih, kaya mengganti sarung bantal dan sprei berjangka, rajin cuci tangan, gak sering-sering mencetin jerawat.
Disclaimer : I'm not labeling myself as an expert, I start to know skincare product by late 2017, and on early 2018 I was having my worst break-out experience. So i wrote this whole thing just because, I want you all learn from mistakes that I did back then.P.s : if you come here by accident, and because you are looking for something to read (or...maybe because you are just overwhelmed by how much products and skincare's step) don't worry it's normal. I've been there, and I believe, you'll get through this phase. I got you!
1. skin type
Jenis kulitku adalah kombinasi, lebih tepatnya kombinasi-kering. Aku paham banget, ketika pertama kali tertarik apa itu skincare dan mencari tahu banyak informasi, hampir semua website dan video bakalan bilang . "1. ketahui jenis kulitmu"
Padahal, jujur aja, untuk aku yang saat itu gak pernah ngerti gimana untuk tau jenis kulitku sendiri, aku kebingungan. Kuliktku ini, normal atau kombinasi? atau malah kering? Tentu saja, selanjutnya yang aku lakuin adalah mencari tahu, gimana sih cara liat jenis kulit kita?
Ada yang pakai tissue setelah cuci muka, indikasinya seperti ini kurang lebih : jika kering mana tissue tidak akan menempel setelah 30 menit cuci muka, jika normal juga kayanya gak akan nempel. Lalu jika kamu oily, beberapa bagian di wajah akan membuat tissue melekat diwajah, begitu pula dengan kombinasi-oily, maka sekitar hidung dan dahi (T zone area) akan sedikit berminyak.
Apa cara itu cukup membantuku saat itu? tentu engga. I'm still lost between normal skin type and combi to dry skin type, I ever wonder if i have dry skin type instead..
Lalu cheat sheet apa yang aku lakukan pada saat itu? Aku mendiagnosa kulitku adalah kulit normal. Karena jika oily, aku belum pernah ngerasain punya minyak berlebih, dan untuk kulit dry, aku juga belum pernah ada riwayat merasakan muka terasa kering sampai kulit mengelupas secara halus / skala kecil.
Mudahnya, kombinasi adalah jenis kulit dimana kamu merasa kulit kamu seperti kulit normal (tidak mengeluarkan sebum berlebih, atau tidak kering berlebih) tapi ada bagian di wajah yang mengeluarkan sebum berlebih, biasanya T-zone. atau kering berlebih di selain T-zone area, itu juga kayanya sudah bisa dihitung kulit kombinasi.
Tapi, perlu dicatat, itu hanya cheat sheet sederhana yang aku buat untuk diriku sendiri, pada masa itu.
Jika sudah tau gambaran sederhana jenis kulitmu, ini adalah saatnya berburu skincare product dan memfilternya sesuai jenis kulit!
2. DO NOT FOLLOW THE HYPE.
Bukan hal buruk kok untuk tau apasih skincare yang lagi hype, apasih face wash yang lagi dieluh-eluhkan dan disebut sebagai "racun" alias lagi nge-trend banget, dan memberikan efek wow. Tapi kita perlu ingat, bahwa tidak semua skincare bekerja sesuai dengan review orang kebanyakan. Ini yang aku lakukan di beberapa waktu lalu, beli produk yang sedang hype dan hanya memerdulikan apa yang dijanjikan saja. Tidak melihat ingredients, tidak membaca lebih jauh produk ini digunakan untuk apa, disaat kondisi kulit apa. Yang aku tau kala itu, "ah! aku harus dapet produk ini karena banyak orang bilang bagus!" apalagi kalau udah ditambah beauty guru / skincare guru asal Indonesia yang waktu itu kujadikan patokan, juga bilang produk terkait itu bagus.
Baru aku sadar, yang bagus diorang belum tentu bagus di aku, vice versa.
Kebetulan, waktu itu produk yang bersangkutan di peruntukkan untuk jenis kulit berminyak, dan tentu dikulitku malah bikin makin kering lalu akhirnya... jerawatan.
Yang bisa aku sarankan dari bab ini adalah, kenali dulu produk yang sudah kamu incar. Biasanya aku akan mencari tau ingredients-nya melalui internet dan web yang aku tuju biasanya ada 2 : skincarisma, cosdna.
Kedua web diatas bakal ngasih tau ingredient dan kalau kamu berkunjung ke skincarisma, bakal ada beberapa review + tanda jika produk itu akan bereaksi negatif untuk kulit sensitif, atau trigger fungal acne dan informasi penting lainnya.
Pentingnya tidak mengikut hype product adalah, kita tidak secara impulsive membeli skincare product yang mana pada akhirnya belum tentu kita sangat butuhkan. Aku bakal lebih saranin untuk yang namanya ngikutin info diskon ajasih, ketimbang info produk hype (haha, gak deng bercanda) sebisa mungkin intinya membeli hal yang diperlukan, serta janji-janji produk yang "too good too be true" harus kamu jadikan sebuah rambu rambu untuk lebih waspada ya! karena jarang banget deh pokoknya ada satu produk, one and only produk itu doang tapi bisa menjawab atau menyelesaikan semua permasalahan kulit kita.
3. SUNSCREEN
Kalau kalian baru mau mulai masuk ke dunia per-skincare an di 2020 ini, dan wondering apasih yang wajib dipakai dan dibeli no.1? SUNSCREEN.
Wajib.
Harus.
Kudu.
Gak boleh engga.
Gak boleh ditawar lagi hukumnya.
Harus, pokoknya.
Karena kalau dijabarin disini, kayanya kepanjangan.. bakal aku buatin post terpisah mengenai pentingnya sunscreen dan kenapasih kamu wajib banget pake sunscreen sebagai baby step pakai skincare.
4. a review.. do we need that?
Perlu! Tapi harus dipilah dan dipilih ya! Kenapa aku saranin ini? karena sering kali kita bener-bener buta aja kalau udah pada bilang bagus ih, sesuka itu, secinta itu, sehebat itu, sebagus itu, very very recommended. Hayo siapa yang selalu gak bisa nolak kalau udah denger kalimat/kata kata yang aku sebut tadi?
Kaya poin nomor 2, kulit setiap orang beda-beda. Cara paling ampuh menurutku, mengurangi atau mengantisipasi perasaan patah hati karna nanti terlanjur beli dan ga cocok produknya, itu dengan mencari review-review (bisa di blog, bisa di youtube) dan cari sebanyak banyaknya sehingga kamu punya gambaran dari berbagai jenis skin type, tapi jangan lupa! yang kita cari adalah jenis kulit yang sejenis. sehingga, yang perlu diperhatikan lebih adalah jenis kulit yang sejenis kalau pas buka website yang diperuntukkan untuk orang orang menulis review sebuah produk. (contoh female beauty, sociolla)
another tips: cari yang review gak cuman isinya muji-muji produk, atau semua produk dibilang bagus. aku lebih menyarankan untuk mencari review yang menjelaskan beberapa ingredients, atau keseluruhan produk dengan baik. some of my faves are Rowena Tsai and Felicia from Beauty Within, Liah Yoo, Affi Assegaf.
5. skincare is a long run, not an instant process.
Pertama kali pakai skincare dan memutuskan untuk bikin skincare routine sendiri karena bekas memerah facial disalah satu klinik aestethic di Jogja. Bekas memerahnya gak hilang dalam waktu seminggu seperti batas maksimal yang dijelasin beautycan nya. Jadilah mukaku merah merah kaya udah rebus, abis itu mulai deh jerawat muncul. Padahal dulu, bersih gak pernah ada jerawat.
Sempet bete juga karena 6 bulan pertama pakai produk skincare korea gak membaik, malah memburuk. (Yang pertama karena emang udah grasa grusu beli barangnya, dan ngikut apa aja kata orang yg bagus, abis itu, ditambah ekspetasi yang terlalu tinggi)
Semua orang punya waktunya masing-masing. Ada yang 2 bulan pake skincare langsung mulu, atau 14 hari juga ada yg langsung mulus. Tapi jangan pernah menyerah ya intinya kalau skincare kalian belum ada hasilnya, karena semua itu butuh waktu, dan mungkin emang bagian kita kebagian proses yang lama.
OH! satu lagi, kulit kita itu pinter kok, yang dia butuhin bahkan kayanya hal hal simple kaya stay hydrate dengan bantuan skincare maupun rutin minum air putih, produk yang gentle dikulit dan gak kasar. Sisanya, kebiasaan hidup bersih, kaya mengganti sarung bantal dan sprei berjangka, rajin cuci tangan, gak sering-sering mencetin jerawat.
Comments